Tradingan.com - Capek euy! Saya menggumam dalam hati di dalam lift. Saya rapat ditempat client dari jam 2 siang sampai jam 6 sore. Kepala sedikit pusing dan repot keroncongan. Di lobby gedung Sudirman Square Office, saya mampir ke Café Oh La La untuk beli makanan. Sambil makan sandiwich dan minum kopi, saya masih memikirkan hasil dari rapat. Tidak berapa lama saya mendengar ada yang memanggil saya.
“Arthur?”
Saya mengangkat kepala dan di sebelah saya ada seorang wanita membawa nampan berisi croissant dan coca cola.
“Ya ampun, Lily? Apa kabar?” tanya saya dengan gembira.
Saya berdiri lalu memeluk dan mencium pipi Lily (bukan nama asli). Lily pernah masuk dalam cerita saya berjudul “Arthur: Kembali Ke Jakarta (1)”. Lily mengenakan jas dan rok ketat berwarna coklat muda dan kemeja berwarna biru. Rambutnya masih dibiarkan tumbuh panjang sedikit melewati bahu dan ia highlight berwarna coklat tua. Tubuhnya masih terlihat sekal dan sexi. Lily membalas pelukan dan ciuman saya.
“Hi, lama nggak ketemu” kata Lily.
Lily duduk disebelah saya dan kita saling berpandangan dengan gembira.
“Kapan pulang dari Amerika?” tanya saya.
“Udah dari tahun 2002” jawab Lily.
“Gimana kabar Doni?”
“Kita udah putus dari tahun lalu”
Lily sekarang bekerja di sebuah kantor konsultasi keuangan di Sudirman Square Office. Kami saling berbagi cerita sambil tertawa-tawa.
“Eh, souvenir kamu yang di kasih waktu di airport masih ada tuh” kata saya.
“Oya? Minta lagi dong, sayang tuh bagus celana dalamnya” kata Lily sambil tertawa.
Waktu menunjukkan jam 19:00, saya menawarkan untuk pergi makan malam tapi Lily menolak.
“Nggak bisa malam ini, saya ada rapat keluarga karena saudara sepupu saya mau nikah Sabtu ini dan saya yang menjadi ketua panitia” kata Lily dengan kecewa.
“Nggak apa-apa kalau nggak bisa, besok malam gimana?”
“Sip!” jawab Lily dengan mantap.
Kami berdua lalu beranjak menuju lift untuk ke tempat parkir di basement. Lily berdiri agak merapat di samping saya dan saya dengan lembut merangkul bahunya. Entah kenapa kita berdua sepertinya lengket sekali. Pintu lift terbuka lalu kita masuk. Hanya ada kita berdua di lift. Saya tidak tahu siapa yang mulai duluan, tapi yang pasti kita berdua langsung berciuman dengan ganas. Kami ber-french kiss dengan penuh nafsu.
Artikel Terkait
“TING!” bunyi bel di lift menandakan pintu akan terbuka, kita langsung melepaskan diri kemudian keluar dari lift.
“Ke mobil saya dulu yuk” kata saya.
Saya menggandeng Lily ke mobil Toyota Land Cruiser 1998 saya yang diparkir tak jauh dari lift. Tempat parkir Sudirman Square Office menurut saya kurang bagus karena penerangan di garasi ini agak kurang sehingga tempatnya terlihat agak remang-remang. Mobil saya terpakir di antara dua pillar dan menghadap kedalam. Tidak ada lampu garasi di atas mobil saya sehingga mobil saya terlihat sangat gelap. Saya naik ke mobil dan duduk di belakang kemudi sedangkan Lily duduk di sebelah saya. Kita kembali berciuman. Saya membuka blazer Lily lalu melemparkan ke jok belakang. Lily meremas-remas kontol saya lalu dengan cepat membuka risleting celana saya kemudian mengeluarkan kontol saya dari balik celana dalam. Tangan saya langsung menggerayangi payudara Lily dari balik BHnya. Gairah dan nafsu kita terasa memuncak dan tak terbendung. Wajib baca!

0 Response to "Cerita Sex Arthur - Sweet Reunion 1"
Posting Komentar